Peluang Bisnis Ternak Kambing, Cuan yang Menjanjikan

7 Agustus 2025
Peluang Bisnis Ternak Kambing, Cuan yang Menjanjikan

Usaha ternak kambing adalah bisnis yang menajnjikan baik dari sektor hulu dan sampai hilir. Sektor hulu kita bisa melakukan pembudidayaan ternaknya, sementara sektor hilir merupakan proses pengolahan atau penanganan hasil budi daya tersebut untuk dijual dan dipasarkan sampai ke konsumen.

Peternakan kambing dapat diartikan sebagai "kegiatan usaha yang terkait dengan subsektor peternakan kambing, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses produksi (budi daya), penanganan pascapanen, pengolahan, sampai pemasaran produk ke konsumen".

Dalam artikel ini kita akan mencoba menggambarkan secara garis besar mengenai kegiatan utama dari sebuah bisnis peternakan kambing, khususnya peternakan kambing. Simak selengkapnya di bawah ini.

Hulu Peternakan Kambing

Hulu yaitu suatu proses dari kegiatan peternakan kambing untuk memproduksi dan menghasilkan ternak dari tidak ada hingga menjadi barang ekonomis yang bisa diolah lebih lanjut. Dalam bisnis peternakan kambing, untuk menghasilkan atau memproduksi ternak baru, diperlukan indukan, yaitu ternak jantan dan ternak betina.

Terkait dengan bisnis di hulu peternakan kambing, ada beberapa hal yang harus dipahami, yaitu kegiatan utama dan proses dalam budi daya ternak sebagai berikut.

1. Perkawinan ternak 

Pengembangbiakan ternak adalah faktor penting dalam usaha peternakan. Pengembangbiakan biasanaya dilakukan dengan cawa mengkkawinan ternak yang biasanya dilakukan secara alami dengan mengawinkan ternak jantan dan ternak betina. Mengawinkan ternak secara alami sebaiknya dilakukan ketika betina mengalami birahi atau dengan mengkoloni jantan dan betina selama waktu tertentu sehingga tingkat keberhasilannya tinggi. Perkawinan ternak juga bisa dilakukan dengan inseminasi buatan (IB).

2. Pemeriksaan kebuntingan 

Setelah ternak dikawinkan selama waktu tertentu, induk betina harus diperiksa kepastian buntingnya. Ini merupakan kegiatan penting dalam usaha peternakan karena dengan mengetahui kebuntingannya kita bisa menentukan langkah selanjutnya. Kegiatan ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan alat (teknologi) USG.

Jika dari hasil pemeriksaan tersebut ternak dinyatakan bunting maka selama ternak tersebut bunting harus dipelihara dengan baik agar anaknya lahir dengan sehat. Namun, jika dari pemeriksaan tersebut ternak dinyatakan tidak bunting maka proses perkawinan harus diulangi kembali.       

3. Proses kebuntingan dan kelahiran 

Selama masa kebuntingan, ternak harus dirawat dengan pola khusus, yaitu memisahkan ternak dari kawanan, menyediakan kandang khusus yang aman dan nyaman, menjaga kebersihan kandang, menjauhkan induk bunting dari jantan, serta memberikan pola makan yang bernutrisi tinggi sehingga memudahkan proses kelahiran, membuat anak yang akan lahir sehat, dan memaksimalkan produksi susu induk ketika anaknya sudah lahir. 

Lama kebuntingan pada ternak kurang lebih lima bulan. Menjelang masa kelahiran, kita harus mempersiapkan segala keperluan untuk mempermudah proses kelahiran. Upayakan proses kelahiran terjadi secara normal.

Jika ternak mengalami kesulitan dalam melahirkan, kita harus membantu mempermudah proses kelahiran tersebut. Jumlah anak yang lahir biasanya berkisar 1 sampai 3 ekor. Namun, tidak menutup kemungkinan ternak bisa melahirkan sampai empat ekor anak.

4. Proses perawatan dan penyapihan anak  

Pada tahap ini, usahakan anakan mendapatkan pakan sesuai dengan kebutuhannya sehingga pertumbuhannya bisa optimal. Demikian juga dengan induknya, asupan nutrisinya harus dijaga agar produksi susunya bisa optimal.

 

5. Pembesaran dan penggemukan ternak 

Tahap ini bertujuan untuk menyediakan ternak siap jual. Proses pembesaran dan penggemukan umumnya dilakukan setelah anakan lepas sapih, sekitar umur tiga bulan. Pakan yang diberikan pada tahap ini berupa paket pakan pembesaran atau penggemukan yang ideal untuk memaksimalkan pertumbuhan bobot ternak. Pada umumnya tahap ini dilakukan selama 3 sampai 9 bulan.

6. Seleksi ternak  

Anakan perlu diseleksi untuk beberapa tujuan, antara lain untuk digemukkan, sebagai indukan, atau ternak tangkas. Untuk tujuan tersebut, anakan harus mulai dipisahkan dalam kandang baterai. Pemisahan ini akan memudahkan dalam memberikan pakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga: manfaat kecambah untuk pejantan

Hilir Peternakan Kambing 

Hilir peternakan kambing merupakan kegiatan untuk menghasilkan pendapatan dari ternak yang telah diproduksi. Ragam kegiatan di hilir peternakan kambing yang harus dipahami antara lain penjualan ternak siap potong, ternak adu, kulit ternak, dan kotoran ternak. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Ternak siap potong

Salah satu hasil utama dari peternakan kambing adalah ternak siap potong. Dari ternak inilah akan dihasilkan daging. Biasanya, satu ekor ternak kambing atau kambing dengan bobot 25 kg akan menghasilkan karkas sebanyak rata-rata 12,5 kg.

Pemasaran yang bisa digunakan untuk menjual ternak kambing dan kambing siap potong antara lain tukang sate, catering, produsen kebab, steak, dan keperluan rumah tangga. Untuk memasarkan produk daging ini, bisa mencoba untuk menawarkan produk tersebut ke beberapa alternatif calon customer, di antaranya sebagai berikut.

a. Pasar tradisional

Pasar tradisional masih memiliki prospek yang cerah untuk memasarkan kambing atau kambing. Dari pengalaman penulis,pasar tradisional menyerap ternak siap potong dalam jumlah yang cukup besar.

Di Pasar Kemiri Muka (Depok), misalnya, ada sekitar 5 pedagang kambing dan kambing. Setiap hari, rata-rata setiap pedagang bisa memotong 5 ekor. Di Depok sendiri, ada 5-8 pasar tradisional. Dari sini dapat disimpulkan bahwa penjualan ternak melalui pasar tradisional masih memegang peranan yang penting.

b.  Tukang sate

Tukang sate yang ada di Jakarta, misalnya, memiliki beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut. Tukang sate pinggir jalan rata-rata membutuhkan daging ternak  0,5 kg per hari. Pedagang sate kecil membutuhkan daging ternak berkisar 1-2 kg per hari.

Pedagang sate menengah umumnya mampu menghabiskan 10 kg daging ternak (setara dengan 1 ekor ternak) per hari. Pedagang sate besar umumnya bisa menghabiskan 3-10 ekor ternak.  Bayangkan, berapa banyak tukang sate yang ada di sekeliling kita? Tentu banyak bukan? Ini adalah peluang pasar yang menjanjikan.

c. Catering

Kita tidak perlu ragu dengan saluran pemasaran yang satu ini. Jasa catering memang memiliki pangsa pasar tersendiri. Untuk pesta pernikahan saja, gedung sudah dipesan dari 1 tahun sebelumnya. Setiap pesta perkawinan bisa menghabiskan 3-5 ekor ternak. Padahal, gedung di Jabodetabek untuk mengadakan resepsi pernikahan sangat banyak. Dalam seminggu, bisa jadi ada 50 sampai 100 resepsi pernikahan.

2. Kurban

Hari raya Idul Adha merupakan bulan bonus bagi peternak. Momen ini banyak digunakan oleh peternak baru untuk memasarkan ternaknya. Beberapa kelebihan dari penjualan ternak pada saat hari Raya Idul Adha sebagai berikut.

      Permintaan ternak sangat tinggi.

      Pasar premium dengan harga relatif tinggi.

Pemasarannya bisa melalui agen, yayasan, atau langsung ke konsumen akhir. Jika pemasaran melalui agen atau yayasan, biasanya harganya cukup rendah. Namun, jika mampu memasarkan langsung ke konsumen akhir, harganya lumayan tinggi. Biasanya, harga ternak untuk konsumen akhir tidak ditentukan berdasarkan bobot ternak, tetapi ditentukan oleh performa ternak tersebut.

3. Aqiqah  

Aqiqah menjadi pasar khusus bagi kambing yang tidak dimiliki oleh ternak lain. Kambing memiliki nilai religi yang akan selalu dicari untuk sebuah momen, yaitu kelahiran si buah hati. Kita tak perlu khawatir dengan pasar ini karena pasar ini sangat luas.  

Dari gambaran tersebut, dapat kita bayangkan betapa besar pasar aqiqah yang ada di sekeliling kita. Jadi, jangan khawatir tidak mendapatkan bagian dari pasar yang begitu besar.

4. Kulit ternak

Sampai saat ini, kulit kambing dan kambing masih menjadi unggulan dalam memproduksi berbagai produk berbahan dasar kulit, mulai dari dompet, tas, hingga ikat pinggang. Saat ini, Garut sebagai sentra kerajinan kulit juga masih kekurangan pasokan kulit ternak untuk diubah menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

5. Kotoran ternak 

Kotoran dari ternak bukan merupakan limbah yang tidak bisa dimanfaatkan. Justru, kotoran ternak memiliki nilai jual yang tinggi. Kotoran ternak bisa dijual sebagai pupuk kandang. Kita bisa menjualnya ke produsen pupuk organik atau langsung ke petani, terutama petani yang memproduksi komoditas organik, seperti sayur organik.

Kesimpulan

Bisnis ternak kambing menawarkan peluang menguntungkan melalui sektor hulu dan hilir yang saling berkaitan. Sektor hulu mencakup produksi ternak dari tahap perkawinan, pemeriksaan kebuntingan, kelahiran, hingga pembesaran dan seleksi ternak, yang bertujuan untuk menghasilkan ternak berkualitas siap jual.

Sementara itu, sektor hilir mencakup berbagai peluang pemasaran, seperti penjualan ternak siap potong untuk sate, catering, dan pasar tradisional, serta pemanfaatan kambing untuk kurban dan aqiqah yang memiliki permintaan tinggi.

Selain daging, bisnis ini juga menghasilkan produk sampingan bernilai jual seperti kulit untuk industri kerajinan dan kotoran ternak sebagai pupuk. Dengan prospek pasar yang luas dan beragam, bisnis peternakan kambing menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para pelaku usaha yang mampu mengelola produksi dan distribusinya secara optimal.

Sudah Siap Berbisnis? Dapatkan Indukan Kambing Berkualitas di Kambing Burja

Sudah siap memulai bisnis peternakan kambing? Pastikan kamu memilih indukan yang berkualitas agar usahamu berjalan lancar dan menguntungkan. Kambing Burja Jual Kambing Crossbreed Boer unggulan yang memiliki pertumbuhan cepat, daya tahan tinggi, serta hasil yang optimal.

Dengan kombinasi genetik terbaik, Kambing Crossbreed dari Kambing Burja siap menjadi pilihan tepat untuk investasi peternakanmu. Hubungi Kambing Burja sekarang untuk dapatkan indukan kambing berkualitas.